Timlo Sastro di Solo

Jalan-jalan ke Solo kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi sajian kulinernya. Ada beberapa kuliner khas yang menjadi ciri khas Solo. Serabi Notosuman, gudeg ceker, selat solo, soto gading, tahu kupat, sate kere, baso, soto timlo, merupakan kuliner yang sering dicari jika berkunjung ke kota ini. Salah satu kuliner terkenal yaitu soto timlo. Makanan dengan rasa gurih-gurih segar ini selalu dicari orang yang berkunjung. Timlo Sastro di Pasar Gede Timur No. 1 merupakan salah satu tempat penjual timlo solo yang terkenal. Timlo Sastro, biasa dikenal juga sebagai timlo Balong diambil dari nama sang pendiri tempat usaha ini, yaitu (alm) Pak Sastro. Pak Sastro membuka warung ini sekitar tahun 1962, awalnya hanya berupa tenda kaki lima sederhana di sebelah barat pasar. Adanya renovasi pasar ketika itu membuat Pak Sastro harus pindah ke sudut belakang Pasar Gede.

Terhitung sejak tahun 1958 itulah, Timlo Sastro menempati lokasinya yang sekarang. Sejak awal berdirinya, warung ini hanya buka dari pkl. 06.30 – 15.30.Pengelola warung saat ini yang kesemuanya adalah anak Pak Sastro masih menjalankan amanat ayah mereka mengenai jam buka dan tutupnya. Jadi Anda yang hendak mencoba kuliner ini di warung Timlo Sastro, bersiaplah kecewa jika datang lebih dari pkl. 15.30. Tapi jangan terlalu kecewa. Jika lebih dari pkl. 15.30, Anda dapat mendatangi cabangnya di Jl. Wahidin No. 30, daerah Penumping. Di sana mereka buka hingga pkl. 22.00.Timlo Solo merupakan hidangan berkuah, terdiri dari mie soun, potongan sosis Solo, suwiran ayam, wortel dan irisan telur masak kecap. Terkadang ditambah irisan hati ayam dan telur dadar di dalamnya. Kemudian, disiram dengan kuah bening seperti sop.

Masakan ini rasanya gurih dan segar seperti soto, namun juga terdapat cita rasa sup di dalamnya. Sebagian orang yang sudah mencicipinya bahkan menyebutkan bahwa timlo merupakan gabungan rasa soto dan sup. Bumbu untuk membuat timlo cukup sederhana, terdiri dari pala, bawang putih, lada, dan bawang goreng sebagai bahan tabur di atas nasi. Kuah timlo bening seperti sup, terbuat dari kaldu ayam pekat. Kuah ini dihidangkan dengan berbagai macam varian bahan seperti ati ampela, semur telur bebek atau telor bumbu kecap, potongan daging ayam dan sosis solo.Di Timlo Sastro ini, Anda dapat memilih menu yang tersedia mulai dari harga Rp. 7.000 (paket hemat) hingga Rp. 18.000 (paket lengkap). Untuk paket lengkap ini terdiri dari nasi, ati rempela, telur, dan sosis solo. Sementara paket sederhana terdiri dari nasi dan kuah timlo saja. Minumannya pun beragam dari harga Rp. 2.000 hingga Rp. 10.000, Anda dapat memesan es stroop, es teh manis, teh manis hangat, susu soda dan lain-lain.

Source : http://ulinulin.com/posts/timlo-sastro-timlo-legenda-dari-pasar-gede-solo

Nasi Gandul Pak Memed di Semarang

Liburan ke Semarang tak akan kebingungan mencari makanan enak dan mengenyangkan. Banyak jenis yang bisa kamu nikmati mulai dari tradisional hingga kekinian. Tidak hanya di restoran mewah, kamu juga dapat menikmati hidangan lezat di pinggiran jalan. Salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi adalah Nasi Gandul Pak Memed. Siapa yang tak kenal dengan nasi gandul. Hidangan istimewa ini merupakan makanan khas Pati yang konon berasal dari Desa Gajahmati. Tak harus ke Pati, kamu bisa menikmati hidangan tersebut di Semarang. Tepatnya di Warung Nasi Gandung Pak Memed yang berada di Jalan Dr. Cipto No.12. Ingat, warung tenda ini hanya buka dari sore hingga malam hari. Jika tak ingin kehabisan, sebaiknya datang sekitar jam 5 saat pemiliknya baru membuka warung tendanya.

Seperti nasi gandul lainnya, menu di sini juga menawarkan seporsi nasi yang disajikan di atas piring daun pisang. Sementara di atasnya ditambahan dengan daging berbumbu rempah khas nusantara. Tak lupa tambahan lauk jika mau. Baru kemudian disiram dengan kuah santan berwarna kecokelatan yang kaya akan bumbu sedap. Sajian ini nikmat ketika disantap dalam keadaaan hangat. Jika mau, kamu bisa menambahkan kecap agar rasanya makin sedap.Menikmati nasi gandul terasa kurang jika belum menambah lauknya. Ada banyak pilihan yang bisa kamu coba, seperti kikil, lidah, usus, babat, limpa, paru, otak sapi, dan juga empal.

Ada pula perkedel serta tempe goreng krispi yang menjadi andalan. Satu lauk lain yang bisa kamu coba adalah telur yang dibumbui hingga berwarna cokelat kehitaman. Rasanya nendang, yang sekilas mirip dengan telur asin.Seporsi nasi gandul Pak Memed ini memang tidak banyak. Tak heran jika banyak yang kurang sehingga memesan dua porsi. Belum lagi rasanya yang nendang di lidah. Cita rasanya yang tak berubah membuatnya menjadi salah satu kuliner malam legendaris di Semarang. Bahkan warung tenda ini tak pernah sepi oleh pengunjung. Kamu pun bakalan antre lama jika datang ketika waktunya makan malam.

Source : https://travelingyuk.com/nasi-gandul-pak-memed/104130/

Mie Naripan di Bandung

Kuliner Bandung memang memiliki magnet tersendiri, apalagi bagi pemburu makanan enak dari berbagai daerah.Nah, satu di antara kuliner Bandung yang termasuk legendaris di Bandung adalah Mie Naripan.Kedai Mie Naripan berlokasi di Jalan Naripan No 108, Kota Bandung.

Menu favorit di kedai ini adalah mie yamin dan mie kuah naripan. Untuk mie yamin di sini tersedia yamin asin dan yamin manis.Kombinasinya bisa yamin plus baso, pangsit, babat atau yamin spesial yang mencampur semuanya.Sedangkan mie kuahnya, kuah yang disajikan tidak terlalu kental bumbu, bahkan terkesan hambar. Justru karena “kehambarannya”, yang konon membuat lidah para pengunjungnya lebih penasaran dengan mie yang satu ini.Kuahnya akan semakin terasa ketika dicampur dengan mie, sedikit saos dan sambal.Mie nya sendiri cukup spesial, karena buatan sendiri, kenyal namun tetap mudah dikunyah.Satu porsi di sini terkenal banyak, jika tidak kuat sebaiknya tidak tambah lagi agar tidak kekenyangan.Mie Naripan bukanlah kuliner baru di Bandung.Keberadaannya sudah menyita selera pencinta makanan sejak tahun 1965.

Yang membuatnya bisa bertahan hingga saat ini, tentu saja cita rasa dari olahan mie yang rasanya tetap konsisten dari tahun ke tahun. Om Jhon selaku Pemilik Kedai Mie Naripan, menuturkan, mie di sini spesial karena asli buatan sendiri, mie nya kenyal tapi tidak mudah dikunyah. Yang membuatnya bisa bertahan hingga saat ini, tentu saja cita rasa dari olahan mie yang rasanya tetap konsisten dari tahun ke tahun.

Source : http://jabar.tribunnews.com/2017/08/14/mie-naripan-sajian-mie-legendaris-di-bandung

Lontong Kak Lin di Medan

MyFunFooDiary

Lontong, menu makanan yang sudah tidak asing bagi penduduk seantro negeri. Makanan nan lezat dari olahan beras yang dimasak hingga sangat lunak itu sudah ada sejak turun temurun meski tidak diketahui kapan asal muasalnya. Dengan menu olahan berbagai jenis lontong pula yang mengantarkan, Warung Lontong Kak Lin yang ada di Jalan Cik Ditiro Medan menjadi salah satu nominasi restoran terbaik.

Menu Lontong yang menjadi andalan sejak 20 tahun silam tersebut sudah menggaet banyak peminat kuliner warga Kota Medan. Bahkan, Presiden SBY dan pejabat Kota Medan seperti Walikota Medan serta pejabat lainnya juga sudah mencicipi makanan khas Indonesia tersebut. Menu yang disediakan Warung Kak Lin diantaranya adalah Lontong sayur, lontong pecal, lontong mie, lontong tahu goring serta beberapa jenis olahan lontong lainnya dengan kisaran harga antara Rp10-20 per porsinya.

Datang ke Medan tidak lengkap jika belum merasakan sarapan dengan menu khas sana, lontong medan. Secara tampilan dan isi, panganan ini sama seperti lontong sayur yang kita kenal. Namun ada yang membuatnya istimewa, yaitu rasanya yang khas, pas kadar manis dan pedasnya. Terlihat setiap hari mulai pagi hingga pukul 10.00 WIB masyarakat berbondong-bondong bersama rekan kerja atau teman sekolah berkumpul bersama di warung yang terletak di Jalan Cik Ditiro Medan.

Bumbu pecal yang tersiram rata di atas sayuran, lontong, berikut telur ayam balado tampak sangat menggoda selera. Rasa manis, asam, dan pedas berpadu serasi pada menu ini. Sayur yang digunakan pun masih segar, yang menambah komplet cita rasa kelezatannya. Sang pemilik kedai, Kak Lin yang bernama asli Nuzulina, mulai merintis usaha ini sejak 1994 di kawasan Jalan Cik Ditiro Medan. Ibu tiga anak itu bercerita, dulu ia sempat berjualan di emperan pinggir jalan di samping SMA Negeri 1 Medan. Berbekal modal yang dimiliki bersama sang suami, Kak Lin terus bekerja keras dengan berjualan hingga akhirnya menu racikannya dikenal oleh semua kalangan.

Source : https://ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-medan/lontong-kak-lin-medan-kelezatannya-istimewa.html

Mie Khodon di Bandar Lampung

Quote

Di Bandar Lampung ada beberapa gerai mie yang memiliki cita rasa nikmat namun ramah di kantong. Mie Khodon adalah satu di antaranya. Warung mi yang berlokasi di Jalan Ikan Bawal No 22 AA, Teluk Betung, Kota Bandar Lampung ini sangat tersohor dan melegenda.

Rumah makan Mie Khodon ini sudah berdiri sejak tahun 1960, dan rumah makan ini adalah generasi untuk ketiga kalinya yang menawarkan kenikmatan rasa dari mie khodon tersebut yang selalu ramai di kunjungi oleh pembeli. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, Mie Khodon pun sudah buka mulai siang hari, jadi tak perlu menunggu hingga malam hari untuk menikmati Mie Khodon. Dan soal Rasa anda jangan pernah meragukannya lagi.

Mie Khodon bercita rasa unik dan spesial karena bahan baku mi dibuat sendiri.  Jadi tanpa bahan pengawet atau bahan berbahaya apa pun. Dan yang terpenting halal. Mie Khodon sendiri sama seperti mie tek-tek atau bakmi jawa pada umumnya. Kekhasan penggunaan mie basah dan bumbu udang kering adalah dua kekuatan yang kerap dijumpai pada kuliner tersebut.

Begitu mencicipi Mie Khodon, aroma kuahnya sangat menggugah rasa penasaran. Topping-nya terdiri dari sayuran kol, sawi, taburan ebi, telur, menggugah selera. Gurih kuah kaldu ayam yang digunakan menambah kaya rasa yang tersaji dalam sepiring mie khodon. Bagi anda penyuka pedas, jagan lupa untuk beri siraman sambal untuk menambah citarasa. Setiap harinya Mie Khodon buka mulai pukul 13:00 WIB.

Source : https://ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-lampung/mie-khodon-tempat-wisata-kuliner-lampung-yang-melegenda.html

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku di Ubud Bali

Instagram : edwardiwantoro

Tempat kuliner Bali ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 1960-an. Orang yang memulainya adalah Bu Mangku pada tahun 1964 yang meniti usahanya dengan berjualan nasi ayam di kaki lima sekitar wilayah Kedewatan, Ubud. Untuk membuat usahanya laris manis, Bu Mangku kala itu kerap berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Saat usahanya mulai membuahkan hasil dan ramai, ia memutuskan untuk membuka rumah makan sendiri.

Menu yang ditawarkan di sini hanya satu saja yakni nasi ayam kedewatan. Jadi, kamu tidak akan repot memilih menu. Meskipun hanya satu menu, namun rasanya benar-benar membuat orang-orang ingin datang kembali. Meski satu menu, tapi pilihan lauknya beragam. Ada ayam garang asam atau betutu, pepes ayam urap, ayam suwir, sate lilit ayam, oseng ati ampela garing dan lain sebagainya.

Ciri khas di sini, pilihan masakannya disajikan dengan bumbu khas Bali yang hampir selalu memanfaatkan kelapa dan juga kencur. Dalam seporsi Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku ini biasanya akan berisi ayam suwir, ayam goreng kering, kacang goreng, urap sayur, telur pindang, sate lilit, ditambah sambal dan juga kulit ayam goreng yang menambah kenikmatannya.

Lokasi utama Ayam Kedewatan ini utamanya berada di Jl. Raya Kedewatan No. 18 Kedewatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk bukanya mulai dari jam 08:30 pagi hingga 07:00 malam. Ada cabang lainnya yang berlokasi di Jl. Tukad Badung No. 11, Renon, Denpasar. Pilih salah satu lokasi yang sekiranya paling dekat dengan keberadaanmu sekarang jika ingin mencicipi kuliner yang satu ini.

Source : https://travelingyuk.com/nasi-ayam-kedewatan-ibu-mangku/114268/

Nasi Pecel Sambal Tumpang di Kediri Jawa Timur

Siapa yang tidak tahu tentang nasi tumpang. Makanan yang memiliki cita rasa khas ini sudah menjelajah ke seluruh nusantara. Terlebih di kota asalnya, Kediri, nasi tumpang juga tetap menjadi idola, baik oleh warganya maupun masyarakat pendatang yang sengaja ingin menikmati sensasi pedasnya.

Di tempat asalnya. Di Kota Kediri misalnya, setiap malam, di sepanjang Jl Doho saja selalu berjajar puluhan pedagang nasi tumpang. Tidak heran, akhirnya kawasan yang saat malam hari menjadi pusat perbelanjaan, berubah total saat lampu jalan mulai dinyalakan.Setiap malam, sekitar pukul 21.00 WIB, para pedagang kuliner khas Kota Kediri tersebut sudah mulai mempersiapkan dagangannya. Ada yang menggunakan meja atau kursi kecil. Ada juga yang lebih menyukai sensasi lesehan di atas tikar atau karpet.

Sejak menjadi langganan masyarakat Kediri dan sekitarnya, kawasan Jl Doho kini menjadi rujukan bagi para pendatang yang singgah di Kota Kediri. Suasana malam dengan lalu lintas kendaraan yang sepi menjadi penikmat tersendiri saat menyantap hidangan Nasi Tumpang khas Kediri.Seperti diketahui, sambal tumpang sendiri terbuat dari tempe yang telah busuk. Sering disebut juga tempe bosok (jawa,red). Setelah itu, tempe busuk dimasak dengan aneka bumbu seperti cabai, bawang, garam, serta aneka bumbu lainnya. Banyak yang mungkin tidak mengira bahwa bahan utama yang digunakan untuk membuat sambal tumpang adalah tempe busuk. Tak perlu khawatir dengan itu, masyarakat pasti akan ketagihan setelah mengetahui rasanya.

Terus menyajikan rasa yang khas setiap saat menjadi andalan sajian sambal tumpang bisa bertahan hingga saat ini. Makanan yang sering dipakai sebagai pelengkap nasi tersebut bahkan tidak terpengaruh dengan banyaknya sajian-sajian kuliner yang baru-baru ini muncul. Dengan harga satu porsi antara Rp 8 ribu, menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bisa menikmati menu khas dengan suasanya yang menyenangkan.Peran pemerintah daerah setempat untuk terus memperkenalkan sajian kuliner khas Kediri tersebut juga menjadi salah satu alasan nasi tumpang tetap bertahan. Banyaknya promosi dan perkenalan juga menjadikan semakin banyaknya masyarakat mengenal keberadaan nasi tumpang khas Kediri tersebut.

Source : http://koranmemo.com/nasi-tumpang-khas-kediri/ https://www.idntimes.com/food/dining-guide/reza-iqbal/7-kuliner-kediri-paling-lezat/full

Papeda di Papua

Image: putriqoirun17 WordPress

Papeda adalah makanan pokok khas Papua yang cukup populer. Makanan ini merupakan kuliner tradisi yang sudah turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Bahan utama pembuat makanan ini adalah tepung sagu. Tepung yang berasal dari pohon sagu ini, disiram air panas, diaduk hingga mengental dan Papeda pun siap dihidangkan. Komposisi air panas untuk mencampur cukup penting karena bila berlebih atau kurang akan berpengaruh pada kekentalan Papeda.

Rasa Papeda umumnya tawar, walaupun demikian Papeda biasanya dinikmati dengan makanan pelengkap. Ada banyak cara menghidangkan Papeda. Selain dengan kuah bening dan ikan bakar seperti deskripsi di awal artikel, Papeda pun nikmat dihidangkan dengan ikan kuah kuning atau kelapa tua yang dimakan mentah. Untuk lebih nikmat lagi, sambal pun dapat ditambahkan sebagai pelengkap rasa pedas.

Cara menyantap Papeda juga tergolong unik. Gata-gata atau alat sejenis garpu yang terbuat dari bambu dipergunakan untuk menggulung Papeda dari piring hingga siap disantap. Gata-gata ini diperlukan untuk membantu karena tekstur Papeda yang kental dan sulit disendok.

Papeda mempunyai kandungan karbohidrat setara dengan beras atau sagu. Namun, Papeda yang berasal dari sagu ini tinggi serat, rendah kolesterol dan bernutrisi tinggi. Konon, Papeda mampu mengatasi pengerasan pembuluh darah, sakit ulu hati dan perut kembung. Bahkan,tingginya kadar serat dalam sagu mampu mengurangi resiko terjadinya kanker usus. Inilah makanan khas Papua yang layak untuk dicoba. Selain bercitarasa unik, Papeda ternyata juga menyehatkan.

Source : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/uniknya-menyantap-papeda-ala-papua

Ayam Taliwang di Lombok Nusa Tenggara Barat

Ayam Taliwang merupakan makanan khas Lombok yang banyak dicari penikmat wisata kuliner. Sesuai dengan namanya, hidangan ayam berbumbu pedas ini memang berasal dari Kampung Karang Taliwang, Kelurahan Cakra Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Konon, bumbu Ayam Taliwang ditemukan oleh almarhum H. Murad dan istrinya yang bernama Salmah dari Karang Taliwang. Daging ayam yang digunakan sebagai bahan dasar masakan ini adalah daging ayam kampung muda yang baru berusia 3-5 bulan. Jadi, tidak mengherankan jika ukurannya juga cukup kecil. Namun, rasanya tentu saja jauh lebih besar dari ukuran dagingnya, apalagi rasa pedasnya. Bumbu pedas yang terasa sedikit manis seolah meresap hingga ke tulang ayam. Sangat memanjakan mereka yang menyukai kuliner pedas. Bagi yang tidak kuat atau tidak suka bumbu pedas, bisa meminta agar kadar pedas dalam bumbunya dikurangi.

Kuliner yang sering disebut ayam muda bercinta ini disajikan dengan nasi hangat dan sambal. Paduan bumbu, madu, dan sambal membuat sensasi menyantap ayam taliwang terasa lebih nikmat. Bagi pecinta sambal, di rumah makan ini lidah Anda akan dimanjakan dengan sambal yang pedasnya terasa hingga ke tenggorokan.

Source : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ayam-taliwang https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/mencicipi-sensasi-rasa-pedas-ayam-taliwang-lombok


Ingkung Mbah Kentol di Bantul Yogyakarta

Berkunjung ke Goa Selarong di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta tak lengkap rasanya kalau tak mencicipi menu khas di obyek wisata sejarah ini. Hanya berjarak sekitar 800 meter dari obyek wisata Goa Selarong, berdiri sebuah warung makan Mbah Kentol dengan menu olahan ayam kampung. Selain menu ayam panggang, warung Mbah Kentol yang berda di Padukuhan Kentolan Lor, Guwosari ini mempunyai menu khas berupa ingkung ayam cancut tali wondo. Pemberian nama itu berkaitan dengan dimulainya tradisi Grebeg Goa Selarong dalam upaya menghidupkan kembali obyek wisata peninggalan Pangeran Diponegoro tersebut.

Pemilik warung makan Mbah Kentol, Dalijan menjelaskan, cancut tali wondo yang bermakna bersunggung-sungguh bekerja itu, digaungkan oleh warga Guwosari  untuk berbarengan membangun kembali obyek wisata Goa Selarong agar dikenal oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Semangat itulah yang kemudian diambil oleh Mbah Dalijan untuk menamai warung makan miliknya.” Lima belas tahun lalu adalah awal digelar Grebeg Goa Selarong, waktu ada kirab 1000 tumpeng, 17 jodang berisi ingkung ayam dan 17 kemaron berisi nasi gurih. Semua masyarakat, tamu undangan Pak Bupati dan Pak Sultan makan ingkung bersama,” ungkap Mbak Dalijan, ditemui Minggu (29/1/2017)”. Semua bumbu kita gunakan rempah-rempah organik dan tidak menggunakan bumbu masak (msg). Jadi kalau ke Goa Selarong jangan lupa mencicipi ingkung cancut tali wondo di warung makan Mbah Kentol,” pungkas Mbah Dalijan.

Source : http://bantul.sorot.co/berita-4944-ingkung-mbah-kentol-menu-khas-di-obyek-wisata-goa-selarong.html