
Lontong, menu makanan yang sudah tidak asing bagi penduduk seantro negeri. Makanan nan lezat dari olahan beras yang dimasak hingga sangat lunak itu sudah ada sejak turun temurun meski tidak diketahui kapan asal muasalnya. Dengan menu olahan berbagai jenis lontong pula yang mengantarkan, Warung Lontong Kak Lin yang ada di Jalan Cik Ditiro Medan menjadi salah satu nominasi restoran terbaik.
Menu Lontong yang menjadi andalan sejak 20 tahun silam tersebut sudah menggaet banyak peminat kuliner warga Kota Medan. Bahkan, Presiden SBY dan pejabat Kota Medan seperti Walikota Medan serta pejabat lainnya juga sudah mencicipi makanan khas Indonesia tersebut. Menu yang disediakan Warung Kak Lin diantaranya adalah Lontong sayur, lontong pecal, lontong mie, lontong tahu goring serta beberapa jenis olahan lontong lainnya dengan kisaran harga antara Rp10-20 per porsinya.
Datang ke Medan tidak lengkap jika belum merasakan sarapan dengan menu khas sana, lontong medan. Secara tampilan dan isi, panganan ini sama seperti lontong sayur yang kita kenal. Namun ada yang membuatnya istimewa, yaitu rasanya yang khas, pas kadar manis dan pedasnya. Terlihat setiap hari mulai pagi hingga pukul 10.00 WIB masyarakat berbondong-bondong bersama rekan kerja atau teman sekolah berkumpul bersama di warung yang terletak di Jalan Cik Ditiro Medan.
Bumbu pecal yang tersiram rata di atas sayuran, lontong, berikut telur ayam balado tampak sangat menggoda selera. Rasa manis, asam, dan pedas berpadu serasi pada menu ini. Sayur yang digunakan pun masih segar, yang menambah komplet cita rasa kelezatannya. Sang pemilik kedai, Kak Lin yang bernama asli Nuzulina, mulai merintis usaha ini sejak 1994 di kawasan Jalan Cik Ditiro Medan. Ibu tiga anak itu bercerita, dulu ia sempat berjualan di emperan pinggir jalan di samping SMA Negeri 1 Medan. Berbekal modal yang dimiliki bersama sang suami, Kak Lin terus bekerja keras dengan berjualan hingga akhirnya menu racikannya dikenal oleh semua kalangan.
Source : https://ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-medan/lontong-kak-lin-medan-kelezatannya-istimewa.html